Kolaborasi Pangdam dan Ketua TP PKK Fakfak Tanam “Pala Nur”, Simbol Cinta untuk Warisan Rempah Tanah Mbaham Matta
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id, FAKFAK – Semangat menjaga warisan rempah khas Papua Barat kembali terlihat dalam kegiatan penanaman pohon pala bersama masyarakat adat di Kampung Torea, Kabupaten Fakfak, Selasa (2/6/2026). Momentum penuh makna tersebut berlangsung saat Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, melakukan penanaman pohon pala bersama tokoh adat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.
Dalam kegiatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak, Ny. Nurwidayati Samaun Dahlan, turut hadir langsung dan berkolaborasi bersama Pangdam XVIII/Kasuari melakukan penanaman pohon pala sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian Pala Tomandin, komoditas unggulan yang telah lama menjadi identitas masyarakat Fakfak.
Menariknya, pohon pala yang ditanam oleh Ny. Nurwidayati Samaun Dahlan diberi nama “Pala Nur”. Penamaan tersebut menjadi simbol harapan, keteduhan, serta semangat menjaga warisan leluhur agar terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Masyarakat adat, unsur pemerintah daerah, hingga jajaran TNI terlihat menyatu dalam semangat menjaga kekayaan alam Fakfak yang selama ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil pala terbaik di Indonesia.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni penanaman pohon, melainkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan pala sebagai bagian dari sejarah, budaya, dan identitas masyarakat Fakfak yang diwariskan secara turun-temurun.
Kehadiran Ketua TP PKK Fakfak juga mencerminkan peran aktif perempuan dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus penguatan ekonomi keluarga berbasis komoditas lokal. Melalui gerakan menanam pala, masyarakat diajak untuk terus menjaga kebun-kebun pala sebagai sumber kehidupan dan aset masa depan daerah.
Sementara itu, Pangdam XVIII/Kasuari menilai potensi pala Fakfak sangat besar untuk terus dikembangkan melalui hilirisasi dan peningkatan kualitas produksi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan seluruh elemen daerah menjadi kunci utama menjaga keberlanjutan pala sebagai komoditas unggulan Papua Barat.
Penanaman “Pala Nur” kini menjadi simbol baru semangat kebersamaan di Tanah Mbaham Matta. Dari tanah adat Fakfak, harapan besar tumbuh bersama akar-akar pala yang ditanam dengan cinta, gotong royong, dan komitmen menjaga identitas daerah.
Di tengah arus modernisasi dan tantangan perubahan zaman, Fakfak kembali menunjukkan bahwa menjaga pala bukan hanya tentang mempertahankan komoditas unggulan, tetapi juga menjaga sejarah, budaya, dan masa depan masyarakatnya sendiri.
(Ria)




