
Terbangunnya stasiun kereta cepat Whoosh Jakarta – Bandung yang ada di wilayah desa Wanakerta, kecamatan Telukjambe Barat, Karawang, pasti akan diperlukan banyak faktor pendukung. Salah satunya akses jalan menuju dan keluar dari stasiun ke berbagai wilayah dan kawasan industri.
Pagi ini kami bersama pemerintahan desa Wanakerta mendampingi Korwil BPN Jabar dan BPN Karawang melakukan Verifikasi lapangan (Verlap) inventarisasi perluasan pendataan tanah yang terdampak adanya pembangunan akses jalan menuju stasiun kereta cepat whoosh Jakarta -Bandung yang ada di Karawang, kata Rully Sutisna, camat Telukjambe Barat kepada awak media, Kamis 30 Juli 2026.
Verlap di lakukan menindaklanjuti hasil rapat kemarin bersama OPD terkait pemkab Karawang , Korwil BPN Jabar dan BPN Karawang yang di selenggarakan di kantor BPN Karawang, terkait rencana pengembangan pembangunan proyek strategis nasional (PSN) akses jalan menuju stasiun.
“Rencana pengembangan pembangunan akses jalan Transit Oriented Development (TOD) atau pengembangan berorientasi transit yang memadukan sistem transportasi massal berdampak pada area hunian, serta pusat kegiatan dalam kawasan terpadu”.
Verlap mengambil sampel di 3 titik, dimana akses jalan yang akan di bangun tersebut menimbulkan dampak yang begitu luas. Dimana penyiapan tanah peruntukan akses jalan di antaranya merupakan tanah milik warga dan tanah milik kawasan industri, ungkapnya.
Rencana pembangunan proyek strategis nasional (PSN) akses jalan tersebut masih ada beberapa kendala. Salah Satu di antaranya, sampai saat ini ada yang belum tercapai kesepakatan harga tanah terhadap pemilik lahan baik perorangan maupun lahan milik perusahaan, pungkasnya.
Dengan adanya rencana pembangunan akses jalan menuju stasiun Whoosh dan pengemban pendukung akan menimbulkan dampak bagi warga masyarakat kami Wanakerta, kata Hj. Amah Maryamah usai verlap.
Dengan adanya stasiun kereta cepat Whoosh dan akan di bangunnya akses jalan menuju stasiun akan merubah sebagian wilayah desa. Akan ada alih fungsi lahan baik lahan pemilik warga, lahan perusahaan maupun warga lingkungan di sekitar stasiun Whoosh dengan pengembangan fasilitas pendukung stasiun.
Dalam verlap tadi lanjut Amah, akan ada tindak lanjut verlap oleh surveyor, titik titik yang akan terdampak. Mau ada kuisioner untuk menerima dan menampung aspirasi masyarakat dari setiap RT 2 warga dengan kuota 100 responden yang nantinya akan di sampaikan dalam rapat.
Kuisioner ini akan di lakukan secara door to door untuk menerima masukan atau aspirasi dari warga masyarakat, baik pemilik lahan maupun warga lingkungan terdampak, pungkasnya. (ryo bewok)



