Uncategorized

Jalan Rusak, Pustu 7 Tahun Mati, hingga Anak Putus Sekolah: Nurwidayati Dengarkan Keluhan Warga Sifatnanam

Transparansi Tanpa Tawar

FAKFAK, SPIRITREVOLUSI.ID — Perjalanan Ketua Pembina Posyandu Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, bersama tim kesehatan dan dokter spesialis anak serta kandungan menuju Kampung Sifatnanam bukan sekadar kunjungan pelayanan kesehatan. Di balik medan jalan yang memprihatinkan, tersimpan berbagai keluhan dan harapan masyarakat yang selama ini menunggu perhatian pemerintah.

Setibanya di Kampung Sifatnanam, Nurwidayati Samaun Dahlan bersama rombongan disambut hangat masyarakat yang telah menanti kedatangan mereka. Ia kemudian diterima di kediaman Kepala Puskesmas Wartutin.

Perjalanan menuju kampung tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Nurwidayati. Kondisi jalan yang dilalui sangat memprihatinkan dan menjadi salah satu persoalan utama yang langsung dirasakan ketika menuju kampung.

Meski demikian, kondisi medan tersebut tidak menyurutkan semangat Nurwidayati untuk turun langsung menemui masyarakat di kampung-kampung.

Kehadiran rombongan kemudian dilanjutkan dengan pelayanan pengobatan gratis bagi ibu hamil, anak-anak, dan masyarakat umum. Berdasarkan pantauan media, cukup banyak pasien anak, ibu hamil, serta masyarakat umum yang datang untuk mendapatkan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan.

Pelayanan bahkan berlangsung hingga malam hari. Pemeriksaan bersama dokter spesialis anak dan dokter spesialis kandungan baru selesai sekitar pukul 22.00 WIT.

Dari Pelayanan Kesehatan, Warga Sampaikan Keluhan

Di sela-sela kegiatan pelayanan, Nurwidayati tidak hanya mendampingi dokter memberikan pengobatan. Ia juga duduk bersama masyarakat dan mendengarkan langsung berbagai keluhan serta harapan warga.

Salah satu persoalan yang paling banyak disampaikan adalah kondisi jalan menuju Kampung Sifatnanam yang dinilai sudah sangat memprihatinkan. Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian karena kondisi jalan tersebut sangat menyulitkan aktivitas masyarakat.

Persoalan lain yang menjadi sorotan adalah keberadaan Pustu yang disebut warga sudah hampir tujuh tahun tidak berfungsi.

Kondisi tersebut membuat masyarakat yang membutuhkan obat harus pergi ke kota. Warga menyebut biaya perjalanan pulang-pergi dapat mencapai sekitar Rp140 ribu, sebuah beban yang cukup berat bagi masyarakat kampung.

Dengan penuh harapan, mama-mama di Kampung Sifatnanam meminta Nurwidayati menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah daerah.

Masyarakat juga menyampaikan rasa syukur atas kedatangan Nurwidayati yang datang langsung melihat kondisi mereka sekaligus membawa dokter spesialis untuk memberikan pelayanan kesehatan di kampung.

Pustu Segera Ditindaklanjuti, Bidan dan Perawat Disiapkan

Keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan mendapat respons langsung dari jajaran Dinas Kesehatan yang mendampingi kunjungan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan menyatakan persoalan Pustu akan segera ditindaklanjuti. Kebutuhan tenaga kesehatan juga menjadi perhatian, dengan rencana penempatan satu bidan dan satu perawat untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Respons tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pelayanan kesehatan.

Warga Minta Jaringan Telekomunikasi dan Bantuan Pemerintah

Tidak hanya jalan dan pelayanan kesehatan, masyarakat Kampung Sifatnanam juga menyampaikan persoalan jaringan telekomunikasi.

Warga berharap persoalan jaringan Telkomsel dapat disampaikan kepada Bupati Fakfak agar mendapatkan perhatian pemerintah.

Selain itu, masyarakat mengungkapkan bahwa sejumlah bantuan yang selama ini diharapkan belum pernah sampai ke Kampung Sifatnanam.

Keluhan tersebut disampaikan langsung di hadapan Nurwidayati. Semy Hombore, mantan Kepala Kampung Sifatnanam, turut duduk bersama dan mendampingi pertemuan tersebut. Ia ikut menyampaikan sejumlah persoalan, terutama mengenai jalan, Pustu, dan jaringan telekomunikasi.

Anak Putus Sekolah Ikut Jadi Perhatian

Persoalan pendidikan juga menjadi bagian penting dari curahan hati masyarakat.

Warga menyampaikan bahwa masih terdapat banyak anak yang putus sekolah. Mendengar kondisi tersebut, Nurwidayati Samaun Dahlan merespons dengan penuh perhatian dan menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait persoalan anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikan.

Bagi masyarakat, kehadiran Nurwidayati bukan hanya menghadirkan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

Nurwidayati pun menyatakan akan menyampaikan harapan dan permohonan masyarakat Kampung Sifatnanam kepada Bupati Fakfak.

Turun Langsung, Mendengar Langsung

Kunjungan ke Kampung Sifatnanam menjadi gambaran bahwa persoalan masyarakat di wilayah kampung tidak hanya menyangkut kesehatan. Infrastruktur jalan, keberfungsian fasilitas kesehatan, tenaga medis, jaringan komunikasi, bantuan masyarakat, hingga pendidikan anak menjadi persoalan yang saling berkaitan.

Nurwidayati Samaun Dahlan terlihat mendampingi tim dokter hingga pelayanan selesai, termasuk membantu menyiapkan obat-obatan untuk masyarakat.

Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan, rombongan kemudian meninggalkan wilayah kampung dan tiba kembali di Kota Fakfak sekitar pukul 23.30 WIT.

Kunjungan tersebut meninggalkan satu pesan kuat: masyarakat kampung ingin didengar, dilihat, dan mendapat perhatian nyata dari pemerintah.

(Ria)

Related Articles

Back to top button