Bupati Samaun Dahlan Resmikan Kampung Ramadan 1447 H, UMKM Bergairah — Minim Kehadiran OPD dan DPRK Jadi Perbincangan
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak – Pemerintah Kabupaten Fakfak resmi membuka kegiatan Kampung Ramadan 1447 H / 2026 M yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ma’ruf Amin, Senin (23/2/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama bulan suci Ramadan.
Kampung Ramadan tahun ini menghadirkan bazar dan pasar takjil yang melibatkan pelaku UMKM dari berbagai distrik di Kabupaten Fakfak. Beragam produk kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa ditampilkan untuk mendorong peningkatan omzet pelaku usaha sekaligus memperluas akses pasar masyarakat lokal.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Kampung Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang strategis pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
> “Ramadan harus menjadi momentum penguatan ekonomi masyarakat. UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah, sehingga perlu dukungan nyata dan ruang yang berkelanjutan,” ujar Bupati.
Ia juga mendorong para pelaku usaha untuk terus meningkatkan kualitas produk, kemasan, serta manajemen usaha agar mampu bersaing lebih luas, tidak hanya pada momentum musiman.
Selain bazar UMKM, kegiatan ini turut diramaikan dengan pengajian bersama, pembagian takjil, serta aktivitas sosial keagamaan lainnya yang mempererat silaturahmi dan kohesi sosial masyarakat Fakfak.
Turut mendampingi Bupati, Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, yang terlihat aktif berinteraksi dengan pelaku UMKM dan masyarakat. Kehadirannya mempertegas peran TP PKK dalam mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Namun demikian, pembukaan Kampung Ramadan kali ini juga memunculkan perhatian publik terkait terbatasnya kehadiran sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan minimnya partisipasi anggota DPRK Fakfak dalam seremoni pembukaan. Berdasarkan pantauan di lokasi, hanya beberapa perwakilan OPD yang terlihat hadir, sementara unsur legislatif tidak tampak secara signifikan dalam barisan tamu undangan.
Meski demikian, kegiatan tetap berlangsung khidmat dan mendapat antusiasme masyarakat. Harapan pun muncul agar ke depan sinergi antara eksekutif, legislatif, serta seluruh perangkat daerah dapat semakin diperkuat, khususnya dalam mendukung program-program yang bersentuhan langsung dengan pelaku UMKM dan masyarakat luas.
Sebagai salah satu daerah di Provinsi Papua Barat dengan potensi ekonomi berbasis UMKM yang cukup besar, Kampung Ramadan diharapkan menjadi langkah konkret dalam menjaga perputaran ekonomi lokal sekaligus memperkuat semangat kebersamaan di bulan suci.
(Ria)




