Tutup Musrenbang 2027, Bappeda Fakfak Gaspol Evaluasi: Klinik Perencanaan Jadi Senjata Utama Perbaiki Program
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak, 2026 — Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) menegaskan komitmen kuat untuk memperbaiki kualitas perencanaan pembangunan dengan mendorong evaluasi berkala serta optimalisasi “klinik perencanaan” sebagai instrumen utama.
Penegasan ini disampaikan saat penutupan rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam penyusunan RKPD Tahun 2027, yang menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh program benar-benar terarah, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Kepala Bappeda Litbang Fakfak menekankan bahwa ke depan tidak boleh ada lagi program yang berjalan tanpa pengawasan dan evaluasi yang jelas. Setiap kegiatan harus melalui proses pengendalian yang konsisten agar tepat sasaran dan tidak sekadar menghabiskan anggaran.
“Evaluasi tidak bisa dilakukan di akhir saja, tetapi harus berjalan secara berkala agar setiap kekurangan bisa segera diperbaiki,” tegasnya.
Klinik Perencanaan Jadi Kunci Pembenahan
Salah satu strategi utama yang didorong adalah penguatan peran klinik perencanaan. Fasilitas ini menjadi ruang konsultasi teknis bagi seluruh OPD untuk menyempurnakan program, mulai dari perencanaan awal hingga penganggaran.
Melalui klinik perencanaan, setiap usulan program akan diuji dari berbagai aspek, seperti kesesuaian dengan prioritas daerah, kelayakan anggaran, hingga dampak terhadap masyarakat.
Langkah ini dinilai penting untuk menghindari tumpang tindih program serta memastikan seluruh kegiatan selaras dengan arah pembangunan daerah yang telah ditetapkan.
Selain itu, pendekatan ini juga mendorong peningkatan kapasitas aparatur dalam menyusun perencanaan yang lebih profesional, berbasis data, dan berorientasi hasil.
Fokus 2027: Dampak Nyata, Bukan Sekadar Program
Sejalan dengan arah kebijakan pembangunan, Pemerintah Kabupaten Fakfak menargetkan tahun 2027 sebagai fase penguatan dan perluasan dampak program yang telah berjalan sebelumnya.
Artinya, perencanaan tidak lagi berorientasi pada banyaknya kegiatan, tetapi pada kualitas output dan outcome yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sejumlah sektor strategis tetap menjadi prioritas, seperti peningkatan kualitas sumber daya manusia, layanan kesehatan, serta penguatan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.
Perencanaan Harus Terintegrasi dan Terukur
Bappeda Litbang juga menekankan pentingnya integrasi antara perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program. Seluruh OPD diminta memastikan bahwa setiap usulan telah memiliki indikator kinerja yang jelas serta dapat diukur secara objektif.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan akuntabel.
Dengan berakhirnya Musrenbang ini, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap seluruh program yang dirumuskan untuk tahun 2027 benar-benar mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta mendorong percepatan pembangunan daerah.
“Perencanaan tidak boleh lagi sekadar rutinitas, tetapi harus menjadi alat perubahan yang nyata,” menjadi pesan kuat yang mengemuka dalam penutupan forum strategis tersebut.
(Ria)




