NEWS

Rp500 Juta Tanpa Jawaban: Sekwan DPRD Pakpak Bharat Pilih Diam, Publik Menunggu Kejelasan

Transportasi Tanpa Batas

Pakpak Bharat – Ada yang lebih mahal dari sekadar pakaian dinas: itu adalah kepercayaan publik yang perlahan tergerus oleh diam.

Anggaran sekitar Rp500 juta untuk pakaian dinas dan atribut DPRD Kabupaten Pakpak Bharat Tahun Anggaran 2024 kini bukan hanya angka, melainkan gema pertanyaan yang terus memantul tanpa jawaban.

BACA : ASN Pemko Binjai Ditahan — Dugaan Proyek Fiktif Dinas Ketapang Terkuak, Rp2,8 Miliar Menguap di Balik SPK “Hantu” 

Pada 13 April 2026, Redaksi Spirit Revolusi telah mengetuk pintu Sekretariat DPRD. Jawaban sempat dibuka—janji disampaikan. Data, kata mereka, akan ditelusuri. Arsip akan dikumpulkan. Penjelasan akan diberikan.

Namun waktu berjalan, dan janji itu tak ikut melangkah. Hingga 16 April 2026, yang tersisa hanyalah sunyi—sunyi yang terlalu panjang untuk sekadar disebut proses administrasi.

BACA : BARU HANGAT DUDUK DI SINGGASANA, KETUA OMBUDSMAN RI LANGSUNG DIBORGOL — BAU BUSUK KEKUASAAN TERCIUM SEBELUM SEMINGGU 

Di antara lembaran arsip yang katanya sedang dicari, publik justru menemukan hal lain: keraguan. Sebab dalam tata kelola yang rapi, data bukan barang hilang yang harus dicari-cari, melainkan sesuatu yang siap dipertanggungjawabkan.

Alasan bahwa pejabat saat ini belum menjabat di Tahun Anggaran 2024 terdengar seperti bayangan yang mencoba menutupi terang. Padahal sistem tidak dibangun untuk bergantung pada ingatan personal, melainkan pada jejak dokumen yang seharusnya tetap utuh, siapa pun yang duduk di kursi jabatan.

BACA : Dugaan Korupsi Penyertaan Modal BUMD Pakpak Barat dalam Bayang Senyap, Redaksi Spirit Revolusi Minta Biro Segera Konfirmasi ke Kejaksaan Dairi 

Di titik ini, diam bukan lagi netral. Diam bisa dibaca sebagai jeda—atau justru sebagai cara paling halus untuk menghindar.

Publik tentu tidak menuntut lebih dari yang sederhana: transparansi. Jika Rp500 juta itu benar digunakan sebagaimana mestinya, maka seharusnya penjelasan tidak perlu bersembunyi di balik waktu.

Sebab semakin lama jawaban ditunda, semakin panjang bayangan yang ditimbulkannya. Dan bayangan, seperti yang kita tahu, hanya muncul ketika ada sesuatu yang menghalangi cahaya.

Hingga berita ini diturunkan, Redaksi Spirit Revolusi belum menerima jawaban lanjutan dari Sekretariat DPRD Kabupaten Pakpak Bharat. Janji masih tercatat, namun realisasi belum terlihat.

Sementara itu, publik terus menunggu—bukan hanya data, tetapi juga keberanian untuk menjelaskannya.

( Redaksi )

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button