NEWS

Ketua PKK Pimpin Gerakan Tanam Pala Grafting, Fakfak Tegaskan Diri sebagai Tanah Pala Unggul

Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id Fakfak — 4 mey 2026 Upaya menghidupkan kembali identitas daerah sebagai penghasil pala unggulan terus digencarkan. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak sekaligus Bunda PAUD, Nurwidayati Samaun Dahlan, memimpin langsung Gerakan Tanam Pala Tomandin Grafting di Rumah Negara, sebagai langkah strategis memperkuat jati diri Fakfak sebagai “Kota Pala”.

Kegiatan ini tidak sekadar seremoni penanaman, melainkan bagian dari gerakan berkelanjutan yang mengintegrasikan pelestarian lingkungan dengan penguatan komoditas lokal. Melibatkan ibu-ibu PKK bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, gerakan ini menekankan pentingnya peran keluarga dan perempuan dalam pembangunan berbasis lingkungan yang produktif.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak melalui Kepala Seksi Produksi Usaha Perkebunan, Imelda Hegemur, S.Sos., M.Si, menyerahkan secara simbolis 10 bibit Pala Tomandin Grafting dan 6 bibit kelapa genjah entok kepada Tim Gertak (Gerakan Tanam Kebun) dan jajaran PKK untuk ditanam bersama.

Imelda menjelaskan bahwa Pala Tomandin Grafting merupakan inovasi budidaya berbasis rekayasa vegetatif yang memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan metode konvensional. Tanaman ini memiliki postur lebih pendek, lebih mudah dirawat, serta mampu berproduksi jauh lebih cepat.

“Jika pala konvensional membutuhkan waktu 7 hingga 10 tahun untuk mulai berbuah, maka melalui metode grafting ini, tanaman sudah dapat berproduksi dalam waktu sekitar 3,5 tahun. Selain itu, bibit diambil dari pohon induk unggul yang sudah terbukti berbuah, sehingga lebih terjamin produktivitasnya,” jelas Imelda.

Selain mempercepat masa panen, inovasi ini juga meningkatkan daya tahan tanaman terhadap tekanan lingkungan, memperkuat adaptasi di berbagai kondisi lahan, serta mendorong kualitas dan kuantitas hasil produksi kebun secara signifikan.

Sebagai langkah konkret pengembangan kawasan hijau produktif, Dinas Perkebunan Fakfak telah menyiapkan sekitar 500 bibit Pala Tomandin Grafting serta bibit kelapa cebol genjah entok yang didatangkan dari Kebumen, Jawa Tengah. Bibit tersebut akan didistribusikan untuk ditanam di berbagai titik strategis, seperti kawasan perkotaan, taman, area bandara, fasilitas publik, hingga pekarangan rumah warga.

Program ini diharapkan mampu memperkuat visual dan identitas Fakfak sebagai daerah yang tumbuh bersama komoditas pala, sekaligus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan secara produktif.

Transparansi “Setengah Hati” di Inspektorat Dairi: Janji Penyerahan Dokumen Kandas, Ada Apa? 

Gerakan ini juga sejalan dengan visi Nurwidayati Samaun Dahlan dalam mendorong keterlibatan aktif perempuan, keluarga, dan generasi muda dalam kegiatan yang edukatif dan berkelanjutan. Kehadiran ibu-ibu PKK dalam aksi tanam ini menjadi simbol bahwa pembangunan daerah dapat dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga.

“Dari pekarangan rumah, kita bisa membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan sekaligus melestarikan warisan budaya dan ekonomi daerah,” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam gerakan ini.

Gerakan tanam pala ini merupakan kelanjutan dari suksesnya Launching Tanam Pala Grafting pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-117 Tahun 2026 di SMAN 2 Fakfak. Saat itu, program difokuskan sebagai sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya menjaga eksistensi pala melalui inovasi pertanian modern.

Berdasarkan Tembusan ke Bupati dan DPRD, Kaperwil Spirit Revolusi Minta Pemkab Dairi Desak Kades Lae Hole Jawab Permohonan Konfirmasi 

Kini, gerakan tersebut telah berkembang dari lingkungan sekolah ke ruang publik, keluarga, hingga pusat aktivitas masyarakat. Penanaman pala tidak lagi sekadar kegiatan seremonial, tetapi telah menjadi gerakan kolektif menuju Fakfak yang hijau, produktif, berbudaya, dan semakin dikenal sebagai Tanah Pala.

Dengan sinergi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat, Fakfak menegaskan langkahnya dalam menjaga warisan sekaligus membangun masa depan melalui komoditas unggulan yang telah menjadi identitas daerah sejak lama.

(Ria)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button