BUKAN TENGGELAM! DUGAAN PEMBUNUHAN PETRUS BERASA MENGAUAT, BANYAK KEJANGGALAN DI DAIRI
Transparansi Tanpa Tawar

DAIRI – Fakta baru mematahkan narasi kematian Petrus Berasa yang selama ini diklaim sebagai kasus tenggelam. Dugaan kuat pembunuhan kini semakin menguat setelah banyak kejanggalan terungkap di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Korban dilaporkan hilang sejak dijemput oleh seorang berinisial HT. Lima hari kemudian, jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di aliran sungai Dusun Alaugunung, Desa Pama, Kecamatan Tanah Pinem.
KELUARGA LAPORKAN SEBAGAI PEMBUNUHAN
Melihat banyaknya indikasi kejanggalan, istri korban, Feni Indahriani Boru Bancin, tak tinggal diam dan resmi melaporkan kasus ini ke Polres Dairi.
Laporan dicatat dengan nomor STTLP/B/124/III/2026/SPKT/POLRES DAIRI/POLDA SUMATRA UTARA pada tanggal 25 Maret 2026. Laporan tersebut mengarah pada dugaan tindak pidana pembunuhan yang diatur dalam Pasal 458 dan atau 459 KUHP, dengan terlapor berinisial HT.
BUKTI KEKERASAN TERLIHAT JELAS
Banyak fakta yang tidak sinkron dan mencurigakan.
“Kami menduga kuat ada kekerasan terhadap korban sebelum jasadnya ditemukan. Klaim bahwa ini hanya kasus tenggelam mulai runtuh, karena saat keluarga membuka kantong jenazah, kondisi tubuh korban justru menunjukkan indikasi kuat adanya kekerasan fisik,” tegasnya.
JANJI 14 HARI MENGUAP, HARI KE-16 BELUM ADA PENAHANAN
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian korban masih belum diketahui secara resmi. Padahal, Kapolres sebelumnya berjanji kasus ini akan terungkap dalam waktu 14 hari.
Saat ini sudah memasuki hari ke-16, namun belum ada penjelasan resmi baik dari pihak penyidik maupun Kasat Reskrim Polres Dairi. Terduga pelaku pun hingga kini belum dilakukan penahanan sesuai aturan hukum yang berlaku.
(Redaksi)




