Kami Hadir: Bukan Musuh, Bukan Saingan — Melainkan Mitra Kebenaran, Menjawab Panggilan Suci Beres Pati Ni Tanoh Pakpak Menenggoi
Njuah-Njuah Suku Pakpak Silima Suak: Perjuangan Panjang Berhasil, Nama Dua Yon TP Resmi Diubah, Sesuai Jati Diri Budaya

DAIRI / PAKPAK BHARAT, spiritrevolusi.id – Alhamdulillah dan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Perjuangan panjang yang dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat dan pemangku adat Suku Pakpak Silima Suak, bersama Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Pemerintah Kabupaten Dairi serta didukung penuh oleh Komando Distrik Militer 0206 Dairi, akhirnya membuahkan hasil gemilang. Peninjauan ulang dan perubahan nama dua satuan Tahanan Perbatasan yang selama ini dinilai tidak sesuai dengan kearifan lokal, budaya dan sejarah masyarakat Pakpak, telah disetujui dan disahkan secara resmi.
Kami hadir di tengah masyarakat ini bukan sebagai musuh, bukan pula sebagai pesaing yang mencari keuntungan sendiri. Kami berdiri dan bergerak sejatinya sebagai mitra kebenaran, hadir menjunjung keadilan, menegakkan fakta, dan mendampingi masyarakat dalam memperjuangkan hak, kehormatan, dan jati diri budaya. Langkah yang kami lakukan ini bukan persaingan atau keinginan tampil beda, melainkan murni menjawab panggilan luhur, panggilan hati nurani, serta amanat besar dari semboyan adat agung: “BERES PATI NI TANOH PAKPAK MENENGGOI”, yang bermakna mengembalikan, menegakkan dan menjaga kebenaran serta hak asal-usul di atas tanah leluhur Pakpak yang tercinta.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya dua kesatuan strategis tersebut bernama Yon TP 906 Sanalenggam dan Yon TP 908 Gajah Dompak. Nama dan lambang yang disandang selama bertahun-tahun itu dirasakan tidak berakar, tidak selaras, serta tidak mencerminkan identitas, sejarah perjuangan, dan nilai-nilai luhur yang hidup dan diwariskan turun-temurun dalam darah dan budaya Pakpak. Berangkat dari keprihatinan mendalam, semangat cinta budaya, serta keinginan kuat untuk menegakkan jati diri, dimulailah langkah dan perjuangan bersama, melibatkan pemerintah daerah, unsur TNI, para pemangku adat, tokoh masyarakat, demi mengembalikan nama yang layak dan melekat pada jiwa budaya setempat.
Setelah melalui pembahasan mendalam, kajian sejarah yang teliti, serta serangkaian pertemuan dan musyawarah panjang yang penuh hikmat, akhirnya disepakati dan ditetapkan nama baru yang berakar langsung dari sejarah, filosofi, dan senjata kebanggaan leluhur Suku Pakpak. Berikut nama dan lambang resmi yang kini disandang dengan bangga:
- Yon TP 906 PAKALIMA, dengan lambang senjata khas LENGGER
- Yon TP 908 PERTAKI, dengan lambang senjata khas ANDAR
Nama dan lambang ini bukan sekadar pergantian sebutan atau simbol belaka. Ini adalah momen pengembalian jati diri, penghormatan tertinggi terhadap sejarah perjuangan para leluhur, sekaligus penguatan semangat dan identitas budaya yang wajib dijaga, dirawat dan dilestarikan sepanjang masa. Lengger dan Andar dikenal luas sebagai senjata tradisional andalan masyarakat Pakpak, yang melambangkan ketangguhan, keberanian, kewibawaan, serta semangat suci menjaga wilayah, kehormatan, dan persaudaraan bersama.
Keputusan bersejarah ini dituangkan secara sah dan tertulis dalam Berita Acara penetapan yang telah ditandatangani langsung oleh para pemangku adat dan tokoh perwakilan dari seluruh rumpun besar dan wilayah persebaran Suku Pakpak Silima Suak, yakni:
- – Bapak Ahmad Padang, mewakili Wilayah Sortagiri
- – Bapak Khairul Kudadiri, mewakili Wilayah Sipitu Marga
- – Bapak Ali Husen Sambo, mewakili Wilayah Jorparliman
Penandatanganan ini menjadi bukti kebulatan tekad, persatuan utuh, dan kemufakatan seluruh elemen masyarakat Pakpak dalam menjaga, menegakkan dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya bangsa yang luhur.
Masyarakat luas menyambut momen bersejarah ini dengan suka cita yang meluap, saling mengucapkan “Njuah-Njuah” sebagai ungkapan syukur, kebahagiaan, doa restu dan harapan baik. Langkah ini dinilai sangat tepat dan sangat penting, mengingat satuan pertahanan perbatasan adalah garda terdepan yang berdiri, bertugas dan berkorban di atas tanah leluhur sendiri. Sudah selayaknya dan semestinya nama, julukan serta lambang yang disandang berakar dari jiwa, semangat dan sejarah masyarakat pemilik tanah ini.
Keterlibatan aktif Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Pemerintah Kabupaten Dairi, serta peran strategis dan dukungan tulus Bapak Dandim 0206 Dairi dalam memfasilitasi dan memperjuangkan proses ini, mendapat apresiasi dan penghormatan tinggi dari seluruh lapisan masyarakat. Hal ini membuktikan nyata bahwa pemerintah dan unsur pertahanan hadir, peduli, dan mendukung penuh pelestarian kearifan lokal serta kebudayaan daerah.
Kini, nama Yon TP 906 Pakalima – Lengger dan Yon TP 908 Pertaki – Andar telah resmi berdiri tegak gagah, membawa semangat baru, kekuatan budaya, dan kehormatan besar bagi seluruh Suku Pakpak Silima Suak. Semoga dengan nama dan lambang baru ini, semangat pengabdian, ketangguhan menjaga perbatasan, serta persatuan dan kedamaian masyarakat semakin kokoh, abadi, dan semakin bersinar.
Sekali lagi kami tegaskan: Kami hadir bukan musuh, bukan saingan. Kami adalah mitra kebenaran. Langkah kami bukan persaingan, melainkan panggilan hati, panggilan sejarah, dan amanat suci “BERES PATI NI TANOH PAKPAK MENENGGOI”.
Njuah-Njuah Suku Pakpak Silima Suak! Hidup Budaya, Tegaklah Persatuan!
(Kaperwil Sumut/Biro pakpak Bharat)



