500 Massa dari 3 Desa dan 1 Kelurahan Beri Dukungan kepada Polres Inhu Terkait Tragedi 1 Juni 2026 di PT SBP
Transparansi Tanpa Tawar

INDRAGIRI HULU – Sebanyak 500 massa yang tergabung dalam gerakan Spirit Revolusi dari tiga desa dan satu kelurahan mendatangi Mapolres Indragiri Hulu (Inhu), Jumat (6/6/2026). Mereka menyatakan dukungan penuh kepada Polres Inhu dalam menangani kasus tragedi berdarah yang terjadi pada 1 Juni 2026 di area PT Sinar Belilas Perkasa (SBP).
Massa yang hadir berasal dari Desa Talang, Desa Paya Rumbai, Desa Sungai Raya, serta Kelurahan Skip Hilir. Mereka menuntut agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas peristiwa yang mengakibatkan jatuhnya korban tersebut.
Dalam aksi tersebut, masyarakat dari tiga desa dan satu kelurahan yang berada di wilayah Kabupaten Indragiri Hulu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses hukum atas tragedi 1 Juni 2026. Mereka berharap Polres Inhu dapat segera mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku maupun pihak-pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik peristiwa tersebut.
Salah satu koordinator aksi, Sahrianto, saat dikonfirmasi menyampaikan harapannya agar media massa tetap mengedepankan profesionalisme dalam pemberitaan.
“Kami meminta media yang sempat menerbitkan pemberitaan yang tidak berdasarkan fakta agar lebih profesional dan tidak memutarbalikkan fakta yang terjadi. Pemberitaan yang tidak akurat hanya akan memancing kemarahan masyarakat dari tiga desa dan satu kelurahan yang saat ini terus mengawal kasus ini,” ujarnya.
Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat bekerja secara transparan dan profesional sehingga kasus tersebut dapat segera terungkap dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh pihak yang terdampak.
Spirit Revolusi melaporkan dari Indragiri Hulu.(Jepri. B)




