Haru di Pulau Tanjung Lampu, Ketua PKK Fakfak Dengarkan Langsung Keluhan Mama-Mama Kampung
Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID – Suasana penuh haru, kebahagiaan, dan kekeluargaan mewarnai kunjungan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, ke Pulau Tanjung Lampu dalam rangkaian kegiatan mehak bersama di Distrik Teluk Patipi, Jumat (26/6/2026).
Kehadiran Ketua TP PKK bersama rombongan disambut hangat oleh masyarakat, para kepala kampung, pengurus PKK kampung, serta warga dari 16 kampung yang berada di Distrik Teluk Patipi. Setibanya di lokasi, rombongan terlebih dahulu mengikuti prosesi penyambutan adat sebagai bentuk penghormatan kepada tamu yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Tanjung Lampu.
Setelah prosesi adat berlangsung, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi mehak bersama, makan bersama masyarakat, serta dialog terbuka antara Ketua TP PKK dengan mama-mama kampung dan seluruh peserta yang hadir.
Dalam suasana sederhana namun penuh keakraban tersebut, masyarakat memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai keluhan dan aspirasi, terutama terkait bantuan sosial yang dinilai masih belum tepat sasaran.
Mama-mama kampung menyampaikan bahwa masih terdapat penerima bantuan yang sebenarnya sudah mampu, sementara sebagian warga yang benar-benar membutuhkan justru belum terakomodasi dalam program bantuan pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Nurwidayati menegaskan pentingnya pembaruan data penerima bantuan secara berkala agar bantuan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar berhak.
> “Data harus terus diperbarui setiap tahun. Yang sudah meninggal dunia, pindah domisili, maupun yang sudah mampu harus dievaluasi kembali agar bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pesan Nurwidayati dalam dialog bersama masyarakat.
Pembahasan juga mencakup berbagai program yang berkaitan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM), mulai dari kebutuhan rumah layak huni, pembangunan jamban keluarga, penanganan anak kurang gizi, hingga pelayanan dasar lainnya yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat kampung.
Menurutnya, seluruh kebutuhan tersebut harus diawali dengan pendataan yang akurat oleh kader kampung dan dinas terkait sehingga program pemerintah dapat berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) juga menjadi perhatian dalam diskusi tersebut. Ketua TP PKK menekankan bahwa bantuan harus diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu dan proses verifikasi data wajib dilakukan secara rutin setiap tahun.
Dialog berlangsung hangat dan terbuka. Mama-mama kampung, pengurus PKK kampung, serta para kepala kampung dari 16 kampung di Distrik Teluk Patipi secara bergantian menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari.
Salah seorang perwakilan mama kampung dengan penuh haru menyampaikan rasa terima kasih karena untuk pertama kalinya mereka dapat duduk bersama dan berdiskusi langsung dengan istri bupati di tengah masyarakat kampung.
> “Baru kali ini selama kepemimpinan bupati ada sosok mama yang datang melihat kami secara langsung, duduk bersama, makan bersama, dan mendengarkan keluhan kami di Pulau Tanjung Lampu,” ungkap salah satu warga dengan mata berkaca-kaca.
Kehadiran Ketua TP PKK di tengah masyarakat dinilai menjadi bukti bahwa pemerintah daerah ingin lebih dekat dengan masyarakat hingga ke kampung-kampung pesisir dan pulau terluar.
Tidak hanya berdialog, Nurwidayati juga terlihat memborong hasil jualan masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi mama-mama kampung yang berjualan di lokasi kegiatan.
Usai kegiatan, Ketua TP PKK Kabupaten Fakfak menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menerima dan menyambut kedatangannya dengan penuh kehangatan dan persiapan yang luar biasa.
> “Mama mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menerima dan menyambut mama dengan sangat baik. Mama juga memohon maaf apabila masih banyak kekurangan dan belum bisa menjangkau atau memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat.
(Ria)




