HAMPIR Rp 2,9 MILIAR — DUGAAN PENYIMPANGAN DANA DESA LAE SERING, SPIRIT REVOLUSI AKAN MENGIRIMKAN SURAT RESMI
Transparansi Tanpa Tawar

Lae Sering, Siempat Nempu Hilir, Dairi — Spirit Revolusi.id — Berdasarkan data penyaluran Dana Desa Lae Sering periode 2023 hingga 2026 yang diperoleh, muncul dugaan kuat adanya penyimpangan dan kecurangan dalam pola pengelolaan anggaran dengan total pagu mencapai Rp 2.859.589.000. Menindaklanjuti hal tersebut, Spirit Revolusi Media Nusantara akan segera mengirimkan surat resmi permohonan audit menyeluruh dan klarifikasi terbuka kepada Inspektorat Kabupaten Dairi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Dairi, serta Pemerintah Desa Lae Sering.
BACA : Kredit Fiktif Bank BUMN di Purwakarta: Rp3,4 Miliar Raib, 54 Debitur Terseret
Pola yang paling mencurigakan terlihat pada pos Keadaan Mendesak yang berulang sebanyak sebelas kali dalam tiga tahun dengan nominal yang sama persis berulang-ulang. Pada tahun 2023 pos ini muncul enam kali dengan total Rp 249 juta, di mana Rp 20.700.000 muncul tiga kali dan Rp 62.100.000 juga muncul tiga kali dengan angka yang sama persis. Pada tahun 2025 muncul lima kali dengan total Rp 75,6 juta. Keadaan darurat yang asli tidak mungkin berulang-ulang dengan nominal yang sama persis — hal ini mengindikasikan adanya anggaran yang direncanakan namun disembunyikan di pos yang tidak memerlukan bukti rinci. Total dana yang mengalir lewat pos ini tanpa penjelasan mencapai sekitar Rp 362 juta.
Dugaan semakin diperkuat dengan penurunan anggaran pelayanan publik justru di saat pos yang tidak jelas membesar. Posyandu yang melayani ibu hamil, lansia, dan anak turun drastis dari Rp 160 juta pada 2023 menjadi Rp 60 juta pada 2025. Sementara itu penyertaan modal BUMDes yang sebelumnya tidak ada tiba-tiba muncul sebesar Rp 143,2 juta pada tahun 2025 tanpa laporan keuangan dan tanpa bukti manfaat. Selain itu penyaluran tahap ketiga bernilai nol dua tahun berturut-turut, yang menimbulkan pertanyaan apakah ada kegiatan yang tidak selesai atau justru ada penyimpangan yang membuat syarat penyaluran tidak terpenuhi.
BACA : PT.Catib Bangun Komunikasi Loker Dengan Pemdes Wanajaya
Dalam surat resmi yang akan dikirimkan, Spirit Revolusi meminta Inspektorat Kabupaten Dairi untuk segera melakukan audit menyeluruh dengan fokus pada verifikasi bukti belanja pos Keadaan Mendesak, audit mendalam penyertaan modal BUMDes, serta verifikasi penurunan anggaran Posyandu.
Jika tidak terdapat penyimpangan, maka penjelasan dan dokumen akan dengan mudah dapat disajikan secara terbuka. Sebaliknya, jika tidak mendapat tanggapan yang memuaskan, langkah hukum selanjutnya akan ditempuh termasuk pengajuan keberatan dan penyelesaian sengketa informasi di Komisi Informasi Publik. Uang rakyat hampir tiga miliar rupiah bukan angka kecil — setiap rupiah wajib dipertanggungjawabkan secara transparan tanpa ditutup-tutupi.
Sumber : Data.
Pewarta (IB)




