Kuota 100 Orang, Jangan Terlambat! Dinas Pendidikan Fakfak Ajak Siswa Rebut Peluang Beasiswa Afirmasi
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak – Dinas Pendidikan Kabupaten Fakfak mengajak seluruh siswa SMA dan SMK di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, untuk segera memanfaatkan peluang Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi yang saat ini resmi dibuka.
Ajakan tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Fakfak menyusul kedatangan tim dari Dinas Pendidikan Provinsi yang telah melakukan sosialisasi langsung kepada pihak sekolah, dewan guru, dan perwakilan siswa pada Kamis lalu.
Menurutnya, program ini merupakan peluang besar bagi generasi muda Fakfak untuk melanjutkan pendidikan tinggi, termasuk pada program studi Farmasi dan jurusan lain yang tersedia dalam skema afirmasi.
“Ini kesempatan emas bagi adik-adik kita untuk berkompetisi meraih beasiswa. Kami berharap yang memenuhi syarat segera melengkapi administrasi dan mendaftar,” ujarnya.
Sistem Siapa Cepat, Dia Dapat
Untuk tahun ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Fakfak menetapkan kuota awal sebanyak 100 peserta. Pendaftaran menggunakan sistem siapa cepat dia dapat dan akan ditutup pada tanggal 26 bulan depan atau lebih cepat apabila kuota telah terpenuhi sebelum batas waktu (cut off).
Sekretaris Dinas menegaskan, selama kuota belum penuh dan belum melewati batas waktu, pemerintah daerah masih memiliki peluang untuk mengajukan penambahan kuota ke pemerintah pusat.
“Kalau sebelum cut off kuota 100 sudah terpenuhi, maka otomatis ditutup. Tapi selama masih ada ruang, kami bisa menyurati untuk meminta tambahan kuota,” jelasnya.
Ia juga mengimbau para siswa yang mengalami kendala dalam proses administrasi agar segera berkoordinasi dengan kepala sekolah masing-masing atau langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Fakfak.
Dana Rp400 Juta Bukan Bagian dari Afirmasi
Menanggapi informasi yang sempat beredar terkait dana Rp400 juta, pihaknya menegaskan bahwa dana tersebut tidak berkaitan dengan program Beasiswa Afirmasi yang dikelola pemerintah pusat melalui APBN.
Beasiswa afirmasi sepenuhnya ditangani oleh kementerian terkait dan tidak terpengaruh oleh dinamika anggaran daerah.
Adapun dana yang sempat dibicarakan, menurutnya, merupakan rencana dukungan tambahan dari Pemerintah Daerah, seperti bantuan uang saku atau penunjang kebutuhan mahasiswa.
“Itu bukan dana afirmasi dari pusat. Program afirmasi tetap berjalan karena dibiayai APBN. Yang dibahas di daerah adalah dukungan tambahan, misalnya untuk membantu kebutuhan mahasiswa selama studi,” tegasnya.
Saat ini, Dinas Pendidikan bersama bagian hukum tengah menyusun rancangan Peraturan Bupati (Perbup) untuk mengatur mekanisme dukungan tambahan tersebut. Realisasinya masih menunggu persetujuan pimpinan daerah pada perubahan anggaran mendatang.
Kesempatan Terbuka Setiap Tahun
Program Beasiswa Afirmasi merupakan agenda rutin tahunan, dengan kuota pendaftaran awal sebanyak 100 peserta dari Kabupaten Fakfak. Selain itu, tersedia pula peluang Beasiswa Asrama Nasional yang dapat dimanfaatkan siswa sesuai ketentuan yang berlaku.
Dinas Pendidikan berharap para siswa tidak menyia-nyiakan kesempatan ini.
“Jangan tunggu sampai terakhir. Segera daftar dan lengkapi berkas. Ini peluang untuk masa depan adik-adik kita,” pungkasnya.
Dengan dibukanya program ini, diharapkan semakin banyak putra-putri Fakfak yang mampu melanjutkan pendidikan tinggi melalui jalur beasiswa dan kembali membangun daerah dengan kapasitas dan kompetensi yang lebih baik.
(Ria)




