Kajari Fakfak Serukan Persatuan Besar: Agenda Daerah Jangan Jadi Ajang Kepentingan, Tapi Harga Diri Bersama
Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id | Fakfak — Kepala Kejaksaan Negeri Fakfak, Toman E.L. Ramandey, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah di Kabupaten Fakfak untuk bersatu menyukseskan berbagai agenda besar daerah yang akan digelar dalam beberapa tahun ke depan.
Seruan itu disampaikan Kajari saat menghadiri rapat pembentukan panitia gabungan sejumlah agenda strategis daerah, mulai dari peringatan HUT Kemerdekaan RI, peringatan masuknya Islam di Tanah Papua, HUT Kota Fakfak, hingga persiapan Pesparawi regional Papua tahun 2027.
Dalam arahannya, Kajari menegaskan bahwa seluruh agenda besar tersebut harus dipandang sebagai kebanggaan bersama masyarakat Fakfak, bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan ataupun kepentingan kelompok tertentu.
“Kita bekerja untuk nama besar Fakfak sebagai anak negeri, bukan untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.
Menurutnya, keberhasilan Fakfak menjadi tuan rumah berbagai agenda besar akan menjadi tolok ukur kemampuan daerah dalam menyelenggarakan kegiatan berskala regional secara aman, tertib, dan profesional.
Ia menilai, kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Fakfak tidak datang begitu saja, melainkan karena daerah ini dinilai memiliki potensi besar, kekuatan budaya, toleransi masyarakat, serta kemampuan membangun kerja sama lintas sektor.
Karena itu, Kajari meminta seluruh unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, tokoh agama, tokoh adat, hingga masyarakat agar terlibat aktif mendukung seluruh tahapan persiapan kegiatan.
Menurut Toman Ramandey, kesuksesan sebuah agenda besar sangat ditentukan oleh kekompakan dan kesiapan sejak tahap awal perencanaan. Ia mengingatkan panitia agar bekerja serius dan tidak menganggap kegiatan daerah hanya rutinitas tahunan biasa.
“Kalau kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan baik, maka Fakfak akan semakin dipercaya untuk agenda-agenda besar berikutnya,” ujarnya.
Senada dengan itu, Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, sebelumnya juga menekankan pentingnya perubahan pola kerja panitia agar seluruh agenda daerah dipersiapkan lebih matang dan profesional sejak jauh hari.
Bupati menilai, Fakfak ke depan akan menghadapi berbagai agenda besar yang melibatkan ribuan peserta dari Papua Barat dan Papua Barat Daya, termasuk Pesparawi regional tahun 2027.
Karena itu, berbagai kebutuhan seperti kesiapan lokasi, akomodasi, transportasi, hingga koordinasi lintas instansi harus mulai dipersiapkan dari sekarang agar pelaksanaan kegiatan berjalan maksimal.
Dukungan serupa juga datang dari Komandan Kodim 1803/Fakfak, Wahlin Rahman, yang meminta seluruh panitia meninggalkan budaya kerja lama dan mulai menerapkan pola kerja profesional serta terukur.
Ia menegaskan bahwa setiap personel harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing agar seluruh tahapan kegiatan berjalan efektif dan terarah.
Rangkaian agenda besar daerah tersebut dipandang bukan hanya sebagai kegiatan pemerintahan semata, tetapi juga momentum memperkuat identitas Fakfak sebagai daerah religius, daerah toleransi, sekaligus salah satu pusat sejarah peradaban di Tanah Papua.
Dengan semangat kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap seluruh agenda besar mendatang dapat berjalan sukses dan membawa dampak positif bagi promosi daerah, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta penguatan citra Fakfak di tingkat regional maupun nasional.
(Ria)




