NEWS

Wajah Kusam Pajak Sitinjo: Kubangan Lumpur Sambut Pedagang dan Pembeli

Transparansi Tanpa Tawar

Spiritrevolusi.id DAIRI – Kondisi infrastruktur di Pajak Sitinjo, Kabupaten Dairi, kian memprihatinkan. Setiap kali hujan mengguyur, area pasar tradisional ini berubah menjadi “wisata lumpur”. Genangan air yang dalam dan permukaan jalan yang hancur lebur memaksa warga untuk bertaruh keselamatan demi memenuhi kebutuhan pokok.

BACA : Pelantikan Pejabat Dairi Tetap Berlanjut di Waktu Salat Jumat, Tokoh Agama: “Di Mana Etika Kerukunan Kita?” 

Berdasarkan pantauan Media Spiritrevolusi.jemnri Padang. di lokasi, lubang-lubang besar yang tergenang air keruh tampak mendominasi akses jalan masuk dan area parkir. Kendaraan angkutan umum (angkot) dan mobil pribadi harus ekstra waspada agar tidak terjebak di tengah kubangan yang licin dan berlumpur.

Fasilitas Publik yang Terabaikan

Mirisnya, kondisi ini seolah menjadi pemandangan biasa yang luput dari perhatian serius pemerintah. Anak-anak yang melintas dan warga yang berbelanja terpaksa berjinjit menghindari genangan air yang menutupi hampir seluruh badan jalan. Selain mengganggu kenyamanan, kondisi drainase yang buruk ini juga mengancam kesehatan masyarakat akibat air yang mengendap lama.

BACA : SPBU Simpang Bandar 14.213.228 Disorot, Diduga Layani Mafia Bio Solar “Pertamina Harus Segera Ambil Tindakan” 

Poin-poin utama yang menuntut perhatian segera:

Akses Mobilitas: Jalan yang rusak parah menghambat distribusi barang dan menurunkan minat masyarakat untuk berbelanja ke pasar.

Keselamatan Berkendara: Lubang-lubang dalam yang tertutup air hujan sangat berisiko menyebabkan kecelakaan bagi pengendara roda dua maupun roda empat.

Sanitasi dan Lingkungan: Pasar yang becek dan berlumpur menciptakan citra kumuh yang jauh dari standar pasar sehat.

Masyarakat dan pedagang Pajak Sitinjo kini menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Dairi, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hingga Pemerintah Pusat. Hingga kapan rakyat harus bergelut dengan lumpur saat mencari nafkah?

Perbaikan infrastruktur jalan dan sistem drainase bukan lagi sekadar keinginan, melainkan kebutuhan mendesak. Pajak Sitinjo adalah urat nadi ekonomi; membiarkannya dalam kondisi hancur sama saja dengan membiarkan ekonomi rakyat kecil perlahan mati.

Pemerintah harus hadir. Jangan tunggu hingga jatuh korban atau pasar ini ditinggalkan pembeli sepenuhnya. Rakyat Sitinjo butuh aksi nyata, bukan sekadar tinjauan tanpa realisasi.

(Jembri padang/Kabiro Dairi)

Related Articles

Back to top button