Uncategorized

Reses DPRK Fakfak: Jalan Rusak Jadi Aspirasi Utama Warga Kampung Sifat Nanam, Abdul Rahman Tegaskan Siap Kawal Hingga Tuntas

Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID | FAKFAK – Persoalan infrastruktur jalan menjadi aspirasi paling mendesak yang disampaikan masyarakat dalam Reses Kedua Masa Sidang II Tahun 2026 Wakil Ketua DPRK Kabupaten Fakfak, Abdul Rahman, S.P., di Kampung Sifat Nanam, Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Distrik Pariwari, Distrik Fakfak Barat, dan Distrik Wartutin.

Dalam dialog bersama warga, berbagai persoalan pembangunan disampaikan secara terbuka. Namun, kondisi jalan yang rusak parah menjadi keluhan utama karena dinilai sangat menghambat aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, akses pelayanan kesehatan, hingga perjalanan anak-anak menuju sekolah.

Menanggapi aspirasi tersebut, Abdul Rahman menegaskan bahwa dirinya tidak hanya menerima laporan dari masyarakat, tetapi juga turun langsung meninjau kondisi jalan yang dikeluhkan. Dari hasil peninjauan, ia menilai kerusakan jalan memang membutuhkan perhatian dan penanganan serius.

«”Kami tidak ingin hanya menerima laporan. Saya datang langsung melihat kondisi jalan agar mengetahui secara nyata apa yang dirasakan masyarakat. Aspirasi ini akan menjadi prioritas perjuangan kami di DPRK,” tegas Abdul Rahman.»

Ia menjelaskan bahwa ruas jalan tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Papua Barat. Karena itu, DPRK Kabupaten Fakfak akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi terkait agar pembangunan jalan tersebut dapat masuk dalam skala prioritas.

Menurutnya, akses jalan yang layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan pelayanan publik, dan kesejahteraan warga.

Selain persoalan infrastruktur, masyarakat juga menyampaikan aspirasi di sektor pendidikan, khususnya kebutuhan pembangunan asrama atau tempat tinggal bagi para pelajar asal kampung yang melanjutkan pendidikan di Kota Fakfak.

Abdul Rahman mengatakan, pemerintah pada prinsipnya siap mendukung pembangunan fasilitas tersebut. Namun, hingga kini masih terkendala belum tersedianya lahan yang dapat digunakan.

«”Kalau lokasi atau lahannya sudah tersedia, tentu akan kami perjuangkan agar bisa diajukan untuk pembangunan tempat tinggal bagi anak-anak yang menempuh pendidikan di Fakfak. Ini penting agar mereka bisa belajar dengan lebih nyaman,” ujarnya.»

Ia menilai keberadaan asrama akan sangat membantu meringankan beban orang tua sekaligus memberikan kenyamanan bagi para pelajar yang berasal dari kampung-kampung dengan jarak tempuh yang jauh menuju pusat pendidikan.

Menutup rangkaian reses, Abdul Rahman menegaskan bahwa seluruh aspirasi masyarakat tidak akan berhenti sebagai catatan semata. Seluruh usulan akan dikawal melalui fungsi legislasi, pengawasan, penganggaran, serta koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Fakfak maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat.

«”Kami hadir sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat. Jalan menjadi prioritas utama karena menyangkut kehidupan sehari-hari masyarakat. Begitu pula sektor pendidikan, kami akan terus mencari solusi agar anak-anak Fakfak memperoleh fasilitas yang lebih baik demi masa depan mereka,” pungkasnya.»

Pelaksanaan reses ini kembali menegaskan pentingnya kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi warga. Harapan masyarakat kini tertuju pada percepatan pembangunan infrastruktur jalan serta peningkatan fasilitas pendidikan agar dapat segera diwujudkan melalui program pembangunan yang nyata, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

(Ria)

Related Articles

Back to top button