NEWS

Abdul Rahman Serap Aspirasi Warga, Tekankan Pentingnya Penguatan Ekonomi Lokal dan Percepatan Infrastruktur Fakfak

Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID, FAKFAK – Wakil Ketua DPRK Kabupaten Fakfak, Abdul Rahman, S.P., menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui pelaksanaan Reses II Masa Sidang II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Distrik Pariwari, Distrik Fakfak Barat, dan Distrik Wartutin.

Dalam keterangannya kepada wartawan usai pelaksanaan reses, Abdul Rahman menjelaskan bahwa agenda tersebut merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota legislatif untuk menyerap secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat kampung maupun kelurahan.

“Reses ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat. Setelah seluruh masukan dihimpun, saya akan turun kembali ke sejumlah lokasi untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan sehingga solusi yang diperjuangkan benar-benar berdasarkan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Abdul Rahman, berbagai persoalan yang mengemuka tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyangkut sektor ekonomi kerakyatan yang dinilai masih berjalan lambat. Ia menyoroti perlunya penguatan sektor pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, hingga perdagangan sebagai fondasi peningkatan kesejahteraan masyarakat Fakfak.

Ia menilai kemudahan perizinan usaha menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selain penyederhanaan proses perizinan, masyarakat juga membutuhkan pendampingan agar mampu menyusun administrasi usaha, mengakses program pemerintah, serta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.

“Pendampingan kepada pelaku UMKM sangat penting. Bukan hanya mengurus izin usaha, tetapi bagaimana usaha yang dibangun bisa berkembang, menghasilkan keuntungan, dan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat,” tegasnya.

Abdul Rahman juga menyoroti pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai berjalan di Kabupaten Fakfak. Menurutnya, kehadiran dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat lokal.

Ia menilai kebutuhan bahan baku program tersebut seharusnya dipenuhi dari hasil produksi petani, peternak, nelayan, dan pelaku usaha lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Fakfak.

“Jangan sampai bahan baku masih didatangkan dari luar daerah. Kita harus memperkuat produksi lokal agar kebutuhan telur, ayam, sayuran, ikan, dan komoditas lainnya dapat dipenuhi oleh masyarakat sendiri. Dengan begitu, Program Makan Bergizi Gratis benar-benar menjadi penggerak ekonomi rakyat,” katanya.

Ia mengungkapkan DPRK Fakfak telah melakukan pembahasan bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) guna menyusun langkah-langkah strategis agar rantai pasok bahan baku lokal dapat memenuhi kebutuhan program tersebut secara berkelanjutan.

Di sektor pendidikan, Abdul Rahman mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kabupaten Fakfak yang memberikan bantuan perlengkapan sekolah secara gratis kepada para siswa. Namun demikian, ia berharap distribusi bantuan tersebut dapat dilakukan lebih cepat sehingga manfaatnya dapat dirasakan sejak awal tahun ajaran baru.

Selain itu, persoalan infrastruktur jalan menuju kampung-kampung juga menjadi perhatian serius. Dalam agenda reses lanjutan, Abdul Rahman berencana meninjau langsung kondisi ruas-ruas jalan yang menjadi akses utama masyarakat.

Menurutnya, konektivitas antarwilayah merupakan kebutuhan mendasar yang harus menjadi prioritas pembangunan karena berpengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik.

“Jalan menuju kampung adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Karena itu pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan seluruh pemangku kepentingan harus bersama-sama mempercepat pembangunan infrastruktur agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” tegasnya.

(Ria)

Related Articles

Back to top button