Uncategorized

Rela Menembus Terik dan Mendaki Perbukitan, Ketua TP PKK Fakfak Dampingi Panen Perdana Sawi di Sahrey dan Siap Kawal Petani hingga Pasar

Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID, FAKFAK – Komitmen mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat kampung kembali ditunjukkan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Fakfak, Nurwidayati Samaun Dahlan, yang hadir langsung dalam panen perdana sawi di Kampung Sahrey, Distrik Fakfak Timur, Kabupaten Fakfak.

Di bawah terik matahari yang menyengat, Ketua TP PKK Fakfak bersama rombongan dari Dinas Pertanian, pemerintah distrik, pemerintah kampung, serta kelompok tani dan masyarakat setempat rela menempuh perjalanan menuju lokasi kebun yang berada di kawasan perbukitan.

Perjalanan menuju kebun tidaklah mudah. Rombongan harus berjalan kaki hampir dua kilometer melewati jalur menanjak dan medan yang cukup menguras tenaga. Namun perjuangan tersebut seakan terbayar lunas saat hamparan sawi hijau yang tumbuh subur menyambut kedatangan mereka.

Pemandangan itu menjadi bukti nyata bahwa semangat masyarakat Kampung Sahrey dalam membangun kemandirian pangan mulai membuahkan hasil yang membanggakan.

“Ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Semangat masyarakat Sahrey patut diapresiasi karena telah membuktikan bahwa dengan kerja keras dan kebersamaan, kampung mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan bernilai ekonomi,” ujar Nurwidayati.

Panen perdana tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat dan kelompok tani karena menandai keberhasilan awal pengembangan pertanian hortikultura di wilayah tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Fakfak memberikan apresiasi kepada kelompok tani yang selama ini aktif berjuang mengembangkan sektor pertanian serta terus menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah demi memperjuangkan kebutuhan para petani.

Menurutnya, pembangunan pertanian tidak cukup hanya dengan program bantuan semata, melainkan membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar hasil yang dicapai benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi para petani, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, sarana produksi pertanian, hingga membantu pemasaran hasil panen agar para petani tidak mengalami kesulitan dalam menjual produknya.

“Kami ingin petani tidak berjalan sendiri. Pemerintah harus hadir menjadi bagian dari solusi, baik dalam penyediaan kebutuhan pertanian maupun membuka akses pasar sehingga hasil panen masyarakat memiliki nilai ekonomi yang lebih baik,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, masyarakat juga menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak yang masih dihadapi para petani di Kampung Sahrey, mulai dari persoalan hama tanaman, kebutuhan alat pertanian, hingga penyediaan sarana penampungan air untuk mendukung keberlangsungan usaha tani.

Aspirasi tersebut mendapat perhatian serius dari Ketua TP PKK Fakfak yang memastikan seluruh masukan masyarakat akan diteruskan dan dikawal bersama dinas teknis terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana menghadirkan pelatihan penanganan hama bagi para petani agar produktivitas pertanian masyarakat dapat terus meningkat dan kerugian akibat serangan hama dapat diminimalisir.

Suasana panen perdana semakin terasa hangat ketika rombongan bersama masyarakat turun langsung memetik sawi segar hasil kerja keras para petani.

Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap produk lokal, sebagian hasil panen bahkan langsung diborong oleh rombongan yang hadir.

Langkah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat karena memberikan motivasi sekaligus menunjukkan bahwa hasil pertanian lokal memiliki kualitas yang mampu bersaing dan layak dipasarkan secara lebih luas.

Nurwidayati juga menyatakan kesiapannya membantu mempromosikan hasil pertanian masyarakat Kampung Sahrey serta mencarikan akses pasar apabila produksi terus meningkat dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Fakfak.

Baginya, keberhasilan pertanian kampung tidak hanya diukur dari keberhasilan panen, tetapi juga dari kemampuan petani memperoleh keuntungan.

(Ria)

Related Articles

Back to top button