Operasi Katarak Gratis Diserbu Warga, Wakil Bupati Fakfak: Jangan Lagi Ada Pasien Mata Dirujuk Keluar Daerah
Transparansi Tanpa Tawar

SPIRITREVOLUSI.ID, FAKFAK – Program operasi katarak gratis yang digelar di Kabupaten Fakfak mendapat apresiasi tinggi dari Wakil Bupati Fakfak, Drs. Donatus Nimbitkendik, M.T. Saat meninjau langsung pelayanan dan proses operasi di RSUD Fakfak pada Rabu, 1 Juli 2026, ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Fakfak untuk memperkuat layanan kesehatan mata agar masyarakat tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah.
Menurut Wakil Bupati, berdasarkan data rujukan pasien yang diterima pemerintah daerah selama beberapa tahun terakhir, penyakit mata menjadi salah satu kasus terbanyak yang mengharuskan warga Fakfak menjalani pengobatan di luar daerah.
“Kasus penyakit mata, khususnya katarak, termasuk yang paling banyak dirujuk keluar daerah. Masyarakat awam sering kali tidak mengetahui secara pasti jenis penyakit mata yang diderita, namun faktanya kebutuhan pelayanan kesehatan mata di Fakfak sangat tinggi,” ujarnya.
Selain penyakit mata, pemerintah daerah juga mencatat sejumlah penyakit lain yang membutuhkan penanganan dokter spesialis. Namun untuk penyakit umum seperti malaria dan penyakit tropis lainnya, fasilitas kesehatan di Fakfak dinilai telah cukup mampu memberikan pelayanan secara optimal.
Karena itu, kehadiran tim dokter spesialis mata dari luar daerah untuk melaksanakan operasi katarak disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Fakfak.
Wakil Bupati menegaskan keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, tenaga medis lokal, serta dokter spesialis yang bersedia datang memberikan pelayanan kepada masyarakat meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi cuaca dan transportasi yang kerap dipengaruhi musim barat.
“Kami sangat mengapresiasi para dokter yang datang membantu masyarakat Fakfak. Tidak mudah mendatangkan tenaga spesialis ke daerah ini, apalagi dalam kondisi cuaca yang sering tidak bersahabat,” katanya.
Saat meninjau langsung proses operasi, Wakil Bupati mengaku terkesan dengan tingkat ketelitian dan kehati-hatian para dokter dalam menangani pasien katarak.
Menurutnya, penglihatan merupakan anugerah yang sangat berharga sehingga setiap tindakan medis pada mata membutuhkan keahlian serta ketelitian yang tinggi.
“Mata adalah anugerah Tuhan yang luar biasa. Ketika seseorang kehilangan penglihatan, dunia seakan menjadi gelap. Karena itu saya melihat sendiri bagaimana proses operasi ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan profesional,” ungkapnya.
Berdasarkan data panitia, hingga hari kedua pelaksanaan kegiatan tercatat sekitar 150 warga telah menjalani pemeriksaan, proses pemindaian, dan dinyatakan siap mengikuti operasi katarak. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring meningkatnya antusiasme masyarakat.
Wakil Bupati menilai tingginya jumlah peserta menjadi bukti bahwa masyarakat menaruh kepercayaan besar terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan.
“Ini menunjukkan masyarakat percaya terhadap pelayanan yang ada. Mungkin masih ada warga yang belum mengetahui adanya kegiatan ini, tetapi kita memulai dari yang sudah terdata terlebih dahulu,” jelasnya.
Pemerintah daerah berharap program operasi katarak gratis tersebut dapat menekan angka rujukan pasien mata ke luar daerah yang selama ini menjadi beban tersendiri, baik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.
“Kami berharap setelah pelayanan ini berjalan, ke depan semakin sedikit warga Fakfak yang harus dirujuk keluar daerah hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mata,” tegasnya.
Lebih lanjut, pemerintah daerah juga membuka peluang untuk menghadirkan dokter spesialis mata secara lebih rutin di Fakfak. Hal tersebut akan dikonsultasikan lebih lanjut dengan tim dokter dan pihak terkait guna memastikan kebutuhan tenaga spesialis dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
(Ria)




