Mahasiswa KKN UBP Karawang Latih Warga Sumbersari Olah Limbah Dapur Menjadi Kompos, Dukung Pertanian Berkelanjutan
Transparansi Tanpa Tawar

Karawang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang menggelar pelatihan pembuatan kompos dari limbah dapur bagi warga Dusun 2, Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik sekaligus mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Pelatihan tersebut menyasar para petani dan masyarakat sekitar dengan memberikan edukasi mengenai cara mengubah limbah rumah tangga, seperti sisa sayuran, nasi, dan buah-buahan, menjadi pupuk kompos yang bernilai guna. Selain membantu mengurangi volume sampah organik, program ini juga diharapkan mampu menekan biaya produksi pertanian warga.
BACA : Dugaan Pengawasan “Di Bawah Meja”: Inspektorat dan PMD Dairi Disorot Publik
Koordinator KKN menjelaskan bahwa penggunaan kompos memiliki berbagai manfaat bagi lahan pertanian, di antaranya memperbaiki tingkat keasaman (pH) tanah, menggemburkan struktur tanah yang padat, meningkatkan daya serap air, menambah unsur hara makro dan mikro melalui humus, meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, hingga membantu menekan pertumbuhan penyakit tanaman.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa juga mempraktikkan langsung proses pembuatan kompos. Bahan yang digunakan meliputi sampah organik, tanah atau serbuk gergaji maupun pupuk kandang, air, serta aktivator EM4. Sementara alat yang digunakan cukup sederhana, seperti galon bekas, cutter atau gunting, solder, dan keran air.
Tahapan pembuatannya dimulai dari mencacah sampah organik hingga berukuran kecil, mencampurnya dengan bahan inokulan, kemudian menambahkan larutan EM4 yang telah dicampur air. Selanjutnya campuran dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan diaduk setiap satu minggu sekali untuk menjaga proses aerasi. Setelah sekitar tujuh hingga delapan minggu, kompos dinyatakan matang ketika suhu dalam wadah kembali normal.
Kompos yang berkualitas ditandai dengan warna cokelat kehitaman, berbau segar seperti tanah, serta memiliki tekstur berupa butiran halus.
BACA : Diduga Tidak Sesuai Standar dan Abaikan K3, Proyek Pembangunan SMPN 16 Kota Serang Disorot
Program tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Dusun 2. Warga mengaku terbantu karena dapat memanfaatkan limbah dapur menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi pertanian, sekaligus menghemat biaya produksi. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan produktif.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UBP Karawang menunjukkan bahwa inovasi sederhana dalam pengelolaan limbah rumah tangga dapat menjadi solusi nyata untuk mendukung ketahanan pangan, menjaga kelestarian lingkungan, serta memperkuat kemandirian masyarakat di sektor pertanian.




